Seribu tiga ratus lebih warga palestina menemui syahidnya, ribuan lainnya harus menahan sakit akibat luka-luka yang ditimbulkan dari serangan brutal tentara dari negera haram israel. Layar televisi menayangkan berulang-ulang, bagaimana anak-anak kecil dibopong dengan berbalut kain kafan, mereka meninggal dengan cara yang sangat zhalim. Yang lainnya, anak-anak remaja, perempuan, tak terkecuali manula, merintih kesakitan terkena pecahan roket atau fosfor putih yang menyasar bagian tubuhnya. Mereka yang berhasil menyelamatkan diri, biasanya hanya meratap di tengah-tengah puing bangunan yang telah rata dengan tanah, ditemani trauma (terutama bagi anak-anak balita) yang entah kapan bisa disembuhkan. Inilah wajah muram kemanusiaan. Inilah wajah muram tangisan palestina, karenanya dunia juga menangis…menangisi matinya hati nurani.
Adalah genderuwo, sundel bolong, siluman, drakula, (atau sebutan apapun yang lebih layak dialamatkan padanya) bernama Ehud Olmert, perdana menteri negara haram israel, yang menikmati kejadian itu semua. Bukannya menyesal atau sedikit berempati, orang gila ini malah memberikan pernyataan ”penyerangan akan terus dilakukan!!”. si jijay Olmert tidak sendirian, teman-temannya di kabinet yang tak kalah sintingnya, seperti Livni, Ehud Barak, dll, ikut bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan terbesar ini. Mereka (dengan berbagai latar belakang politis dan kebencian rasialnya) satu kesatuan hati untuk ”menyayat-nyayat” hati palestina, walaupun dalam banyak hal mereka sebenarnya juga ”gontok-gontokan” secara politis antar sesamanya. Kaum zionis najis ini, tak akan pernah puas sampai mereka melihat palestina rata dengan tanah, dan tanahnya ”bersih” dari penduduk aslinya rakyat palestina.
Resolusi hanya jadi basa-basi, PBB bagaikan Persatuan Banci-Banci yang serba takut mengambil langkah kongkret. Amerika, setali tiga uang dengan negara haram israel. Si muka sepatu, Bush, malah bikin pernyataan kalau para Pejuang Hamaslah yang harus disalahkan atas semua yang terjadi. Maklum, otaknya memang terbalik, jadi wajar kalo ia berpikir terbalik, sama sekali tidak menyalahkan si brutal israel. Negara-negara arab (para pemimpinnya), bagaikan kaum yang terserang penyakit waham (cinta dunia), ibaratnya orang yang berbadan besar tapi takut sama kecoak busuk bernama israel. Sekaliber Mesir, ikut menanggung dosa karena telah menahan puluhan truk pengangkut bantuan kemanusiaan.
Melihat berbagai macam kejadian ini, saya jadi sangat kesal. Saya berpikir bagaimana cara mati terbaik bagi Olmert dan berandalannya. Berbagai hal terlintas dalam pikiran, dengan sedikit berimajinasi..mudah-mudahan ini menjadi dukungan moril bagi rakyat palestina, dan kemanusiaan umumnya. Walaupun memang, hanya setitik debu, tapi lebih baik berbuat dengan apa yang kita bisa daripada tidak sama sekali.
Opsi pertama, Olmert dkk, digantung di tengah hutan amazon. Biarkan jasadnya dicabik-cabik oleh buaya, dimakan anakonda, atau dilalap oleh semut-semut sakti amazon. Sisa lainnya, sebaiknya dibuat undangan terbuka untuk seluruh binatang predator atau karnifora amazon untuk datang dan menyaksikan eksekusi, kemudian setelahnya biarkan mereka berpesta, mencabik senti demi senti bagian tubuh si gendeng Olmert dkk. Tapi saya ragu dengan cara ini, saya khawatir jangankan bumi, bahkan binatang tersadis di amazonpun tak sudi perutnya dimasuki makanan haram yang terbuat dari Olmert dkk ini. Ada yang bisa melengkapi?
Opsi kedua, si biadab Olmert dkk, diikat di belakang kereta ekonomi jurusan Bandung-Jogjakarta, biarkan tubuh mereka terseret sejauh ratusan kilo meter. Dan satu lagi, tempatkan mereka tepat di bawah lubang wc kereta, biar sepanjang perjalanan mereka bisa menikmati berbagai sajian yang layak. Senang rasanya, bisa melihat Olmert dkk, tergeli-geli terseret kereta butut sepanjang bandung-jogja. Ia akan selalu bersapaan dengan batu-batu tajam dan bantalan baja rel kereta di sepanjang perjalanan. Ia juga akan digoncang dengan sejuta goncangan karenanya, itung-itung ikut merasakan bagaimana rasanya warga palestina yang malang setiap hari harus merasakan getaran dan goncangan bumi akibat roket-roket israhell.
Opsi ketiga, kaki kanan mereka diikat dengan kencang, dan ujung yang lain diikatkan ke mobil formula 1nya mika hakinen. Kemudian kaki kiri mereka juga diikat, ujung tali yang lainnya diikatkan pada motor keren Valentino rossi. Tangan kanannya juga diikat dengan kencang, dan ujung tali yang satunya diikatkan pada kuda australia yang tercepat didunia. Nah tangan kirinya juga diikat dengan kencang, dan sisi tali yang satunya diikatkan pada ujung teratas menara sutet, untuk yang satu ini tali yang digunakan berbahan besi, agar dapat menghantarkan listrik dengan baik. Terakhir, tiup peluit, pada saat yang bersamaan, mika hakinen, Valentino rossi dan kuda ostrali akan tancap gas sekencang-kencangnya secara bersamaan. Dan satu lagi, aliran listrik PLN dimaksimalkan, untuk mendapatkan hasil terbaik.
Sayang imajinasi saya terbatas, mungkin rekan-rekan bisa memikirkan opsi yang lebih layak untuk mengeksekusi Olmert dkk?.nah, ada lagi… bagaimana kalo si Olmert dkk kita kasih penghargaan?. Misalnya, manusia paling kejam di muka bumi. Kita juga bisa undang jaya suprana untuk memberikan rekor sebagai salah seorang pembantai manusia terbanyak yang pernah ada. Atau kita tetapkan olmert sebagai the most wanted to die in the world.